Don’t move said the police
Suatu ketika drikyu menjadi selingkuhan (jangan ditiru ya). Gw punya hubungn istimewa sekali dengan seorang wanita yang sudah punya pasangan dikota lain (Backsound teman tapi mesra nya Ratu). Berhubung dia mau pulang ke luar negri untuk menyelesaikan keperluannya, maka kami bermaksud untuk melakukan Last Supper. Dinner yang romantis, nyenengi banget deh pokonya. Sampai tibalah waktunya kami untuk berpisah. Ketika berada didepan rumahnya, dan sudah waktunya untuk berpisah, kami tau bahwa ini akan menjadi pertemuan yang terakhir.(hiks,hiks). Diiringi musik cinta kami berpelukan erat sekali, seakan tak mau lepas, sekalipun didalam mobil, bahkan setir maupun tuas kopling pun tidak mampu mamisahkan kita. Hingga akhirnya terdengar “DOK-DOK-DOK” kaca mobilku diketuk dengan sangat keras.
Ketika kutatap wajahnya, aku tak mengenalnya. Oh, betapa menyeramkan. Kupandangi tubuhnya, barulah aku sadar ternyata mereka adalah POLISI. Disuruhnya aku sebagai pria turun, dia memintaku mengikutinya ke kantor terdekat untuk diinterogasi. Mereka mengancam akan melaporkanku ke orang tua kami (waduh repot, gw kan selingkuhan). Kami dituduh melakukan kegiatan asusila. “mati aku” pikirku dalam hati. Akan tetapi ‘Hidup Polisi Indonesia’ mereka menawariku sidang ditempat. Jadilah aku membayar 200ribu karena berpelukan sembarangan. Dan surat tilangpun urung diberikan.
Dasar gila, meluk pacar orang ternyata tilangnya lebih mahal daripada nerobos lampu merah.
January 29th, 2009 at 10:54 pm
wahahahahahah parah2
sumpa* parah abisssss
wahahwahahahwahhwah